Rabu, 10 Juli 2013

hadiah ulang tahun di umur 22

hari kamis , saya ke kampus untuk mengumpulkan draft skripsi bab 1 sampai 5 . Tidak bermaksud untuk bertemu dengan dosen pembimbing hanya ingin menyimpan saja di meja beliau dan kebetulan beliau sedang tidak ada di tempat, itu terlihat dari masih tertutupnya pintu ruangan dosen. Karena hanya ingin mengumpulkan saja, dosen nya tidak ada pun tidak jadi masalah. Saya pergi ke ruang TU untuk meminta kunci ruang dosen karena saya ingin menyimpan sesuatu. Kemudian mata saya menangkap sesuatu yang tertempel di kaca yaitu tes bahasa jepang yang rangking pertama pergi ke jepang. antara minat dan tidak sih untuk ikutan, tadinya tidak akan ikutan tapi pikiran saya berubah setelah melihat nama teman seangkatan di kertas formulir. Tidak kemudian saya pun memutuskan untuk mengikuti tes tersebut. Tes tersebut akan dilaksanakan hari kamis, 11 juli 2013.
Dan tepatnya hari ini. Hari ini saya mengikuti tes itu berharap saya akan lulus. Bukan hanya saya tapi semua orang yang hadir yang mengikuti tersebut. Saya berusaha memiliki jawaban yang benar, yang tepat agar bisa mendapat rangking pertama. Mencoba memanfaatkan waktu 90 menit, dan saya telah menyelesaikan tes tersebut dalam waktu 60 menit. Bukan berarti saya jago, tapi memang sudah mentok. Itu merupakan jawaban paling akhir yang saya rasa ini sudah dibatas maksimal kemampuan saya.
Setelah keluar saya buru-buru menyalakan laptop dan membuka aplikasi kamus untuk mengecek kanji. Dan saya kecewa, ada kanji yang salah. Lebih dari satu, entah jawaban yang lain benar atau salah.
Tapi ya sudahlah . saya sudah berubah. Riska yang sekarang bukanlah riska yang suka tenggelam dalam kegagalan dan bukan riska yang suka meratapi ketidakberhasilan dengan cara menghindar. Riska yang sekarang adalah riska yang selalu melihat sisi positif dari setiap kejadian baik itu menyenangkan atau tidak.
Jika saya lolos, mungkin itu rezeki saya untuk pergi ke sana tahun ini dan sebagai kado di umur yang ke-22. Jika tidak lolos, mungkin ini rezeki saya untuk segera lulus kuliah dan wisuda tahun ini di umur 22. sesungguhnya tidak hal yang sia-sia yang menyakitkan hati. Semua sudah diatur oleh yang diatas.

Minggu, 07 Juli 2013

GA JADI IKUT SOSIALISASI REKSADANA KARENA MINDER

Well…langsung akan saya garis bawahi judul yang saya buat yaitu kata “minder”. Baru saja sebuah judul sudah berbau negative seperti itu. Tapi saya benar-benar kecewa sama diri saya waktu itu. Kenapa? Bukankah saya sendiri mengklaim bahwa saya itu beranian dan cerewet? Ternyata masih ada beberapa situasi yang membuat saya tidak merasa pede. Dalam kondisi yang satu ini penyebab keminderan saya adalah PENGETAHUAN DAN UANG. 

Seperti rencana beberapa hari yang lalu, saya memang sudah menjadwalkan hari jumat untuk pergi ke sosialisasi reksadana yang diselenggarakan (APRED-ASOSIASI REKSADANA) bertempat di trans studio mall. Meskipun saya merasa kurang enak badan, saya memaksakan untuk pergi. Saya tiba disana pukul 11.00 dan ternyata belum mulai, stand nya masih sepi sementara panitia nya masih sibuk beres-beres (yap…inilah Indonesia) padahal di rundown nya itu mulai pukul 10.30 padahal saya udah deg-degan takut telat. Saya melihat-lihat stand yang bertuliskan beberapa nama bank dan nama yang tidak saya kenal. Ok, tidak sesuai dengan harapan. Ternyata tempat sosialisasinya berupa stand jadi pengunjung langsung mendatangi bank/perusahaan manajer investasi. Saya tadinya ingin masuk, tapi standnya sepi, saya sendiri terus tiba-tiba langsung masuk gitu o.O ga enak nih kemana-mana sendiri dalam kondisi seperti ini. Alhasil saya cengo tidak karuan. Saat saya melewati stand-stand tersebut ada seorang SPG yang mendekati saya sambil memberikan rundown acara. Nah, ini kesempatan saya dong buat Tanya-tanya. Langsung saja saya bertanya, “mbak, ini sosialisasi reksa dana nya kapan?” kemudian si mbak jawab “kalau sosialisasi sekarang juga udah bisa dimulai kok.” Nah lho! Saya bingung sama jawaban dia. Kemudian saya menunjuk ke acara talkshow di rundown tersebut, “yang acara talkshow nya ini jam berapa mbak?” “tunggu aja mbak sebentar lagi juga mulai kok.” 

Kemudian saya memutuskan untuk makan breadtalk sejenak sambil mengamati keadaan di sekitar dan memutuskan kapan saya akan masuk. Oh iya..meskipun breadtalk itu enak kalo kita nya lagi sakit jadi kebawa ga enak makanannya (curhat colongan yang gak penting). 

Sekitar satu jam saya duduk, kemudian saya kembali ke depan stand tadinya mau masuk. Tapi entah kenapa saya malah menuju tangga escalator dan naik lantai 2 kemudian puter-puter sebentar naik escalator lagi dan puter-puter sebentar. Berdiri mematung dekat pagar pembatas. Untung saya lagi ga galau jadi ga terjun bebas ke bawah (astagfirullah..amit-amit).  Saya memutuskan mau turun aja deh ke lantai 1, eh..escalator turunnya rusak. Tadinya mau maksain turun aja gitu, biarpun escalator mati jadi berasa tangga deh. Kemudian saya menyadari, bahwa didekat situ juga ada lift. Untung tadi ga turun pake escalator mati, kalo ga pasti saya udah mualuuu banget. 

Setelah saya turun dari lantai 3 menggunakan lift memutuskan untuk duduk di belakang stand dan ketemu lagi sama mbak-mbak spg kemudian dikasih brosur bahana TCW, setelah dibaca ternyata itu perusahaan manajer investasi. Kemudian saya pergi tadinya mau cari toilet dan mushola sudah pukul 12.00 juga, karena waktu itu hari jumat jadi mushola nya dipake jumatan alhasil saya harus menunggu sekitar 45 menit. Nah saat disitulah saya menemukan titik terang. 

Sambil menunggu yang jumatan selesai, saya browsing tentang investasi reksadana. Dan membuat saya berkata ..’oh…begitu. oh, begitu…’.  Saya memang baru belajar pasar modal jadi belum tahu semuanya. Selama ini saya serius mendalami saham, jadi saya senang ada sosialisasi reksadana tapi pas saya dating saya kecewa kirain berupa workshop dimana pembicara di depan peseta duduk. Ternyata ini berupa stand.
Sejauh yang saya pahami tentang reksadana adalah wadah untuk menampung dana dari masyarakat yang dikelola oleh manajer investasi dan bank kustodiannya.  Jadi masyarakat memilih manajer investasi, mau beli reksa dana apa, lalu transfer sejumlah uang. Tapi setelah membaca beberapa artikel ternyata banyak yang belum saya pahami tentang reksadana. 

Jadi kalo kita mau beli reksadana tidak harus langsung ke manajer investasi tapi bisa melalui bank yang sudah mendapat izin dari bapepam LK sebagai wapred (wakil agen penjual reksadana) contohnya seperti BCA, Mandiri, BNI, Commonwealth (bank Australia) dan masih ada mungkin yang lain. Dan setiap bank memiliki ketentuan yang berbeda dalam hal setoran awal. Ada yang setoran awalnya harus 10 juta, ada yang 25 juta. Tapi ada juga yang minimal 100 ribu yaitu commbank. Aku mau buka di commbank ajah.


telat yang kesekian kalinya

Hari ini saya telat datang ke tempat ke kampus. Padahal sang penjarkom sudah mewanti-wanti “diharapkan kumpul jam 4”. Saya telah bukan Karena saya bangunnya telat. Tapi karena mindset saya yang berpikir kalo jam keberangkatannya bakal ngaret. Dengan santainya jam setengah 5 saya masih di kosan. Kemudian seseorang menelpon saya, “riska kamu dimana? Ini bis nya udah mau berangkat. Cepetan kamu kesini!” saya kira dia becanda , iseng  saya. tapi tetap saya jawab, “iya. Aku otw”. Kemudian teman saya yang lain ada juga yang menelpon saya, “kamu dimana, ini bisnya udah mau berangkat?” “iya, iya aku udah dijalan kok”.  Padahal aku belum berangkat. Solat subuh dulu sebentar (tapi solatnya jadi ga khusyu). Terus berangkat ke kampus , tepatnya tempat dimana bus diparkirkan. Saya masuk ke bus itu, dan “huuuuuuuuuu”…semua orang yang ada di bus meneriaki saya. jujur saya malu. Tapi apa boleh buat itu memang kesalahan saya. dan salah satu teman nyeletuk, “kamu ga malu datengnya telat gitu?” saya tidak berkomentar dan hanya tersenyum.

Rasanya tadi ingin menghilang. Malu sekali rasanya. Saya jadi ingat kejadian beberapa waktu lalu, saat saya datang terlambat untuk interview wawancara kerja. Dan beberapa kejadian telat yang lainnya. Ada seseorang yang baru saya kenal lalu bilang, “saya tahu kok kamu orangnya suka telat.” “oh, iya tau darimana?” Tanya saya. “ya, keliatan aja”. Entah dia menilai darimana padahal kami baru bertemu dua kali dan itupun tidak terjadi komunikasi yang begitu intens. 

Entah apa yang terjadi dengan saya? dulu saya tidak begini. Meskipun saya pendiem dan jarang bicara tapi saya selalu ontime. Semenjak kuliah, saya mulai aktif berbicara tapi saya sering datang terlambat. Apakah orang yang banyak bicara banyak juga alasannya yang dibuatnya? ASTAGFIRULLAH…….
Semoga beberapa kejadian ini menyadarkan saya untuk tidak telat lagi.

Kamis, 27 Juni 2013

sedekah itu gak harus ikhlas


Judul diatas bukan ide saya tapi merupakan judul sebuah buku yang ditulis oleh bapak marah adil. Inti dari buku tersebut adalah jika kita nunggu ikhlas dulu baru sedekah, lalu kapan kita bakalan sedekah ¾ bagian dari gaji kita? Semua orang termasuk saya pasti bakal mikir berulang kali jika harus bersedekah sebanyak itu. Jika  kita bersedekah sebanyak itu meskipun tidak ikhlas setidaknya itu bermanfaat untuk orang yang kita sedekahi. Bahkan mungkin orang kita sedekahi akan mendoakan kita agar kita mendapat rezeki lebih dari yang mereka terima. Subhanallah. Masalah ikhlas atau tidak itu urusan belakangan, nanti juga terbiasa. Malah orang yang rajin bersedekah tidak pernah membahas masalah ‘ikhlas’ lagi.  Bahasan ‘ikhlas’ itu hanya untuk orang-orang pemula. Kurang lebih begitu isi dari buku tersebut.
Jujur, saya memang bukan orang yang pandai bersedekah. Saya kadang kalau bersedekah suka mikir-mikir dulu gitu, ‘nih orang pantas gak sih dikasih sedekah?’. Kemana-mana saya selalu pergi menggunakan si hijau (baca : angkot) atau bus damri. Namanya juga kendaraan umum sudah pasti disetiap lampu stopan selalu ada penumpang semu yakni pengamen. Dilihat dari penampilannya kelihatan banget mereka orang susah, baju lusuh, muka kucel, tidak terurus, (kadang saya mikir mereka mandi gak tuh ya? Soalnya saya sering bertemu juga dengan pengamen yang notabene dia itu seperti anak punk). Tapi ada juga sih pengamen yang keurus itu, itu pasti mahasiswa.  Dari lagu yang dinyanyiinnya aja udah beda, biasanya mahasiswa nyanyiin lagu inggris2an gituh. Pengamen asli biasanya nyanyi band-band tanah air seringnya melayu sih. Mereka bernyanyi tidak lama sekitar 2-3 menit lah, lalu mereka mengulurkan tangannya berharap para penumpang memberi sedekah. Dari 5 penumpang paling yang ngasih Cuma 3 orang itupun uang recehan 500-an.
Ya, tidak semua penumpang mengeluarkan recehannya untuk pengamen itu. Tergelitik hati dan pikiran saya, apa susahnya memberikan pengamen itu 500 rupiah? Apakah itu menyebabkan kita jadi jatuh miskin? Seandainya uang 500 rupiah kita jatuh apakah kita masih akan mencarinya dan mengingat-ngingat ‘DIMANA UANG 500 RUPIAHKU’? itu baru 500 rupiah loh ya, gimana kalau disuruh sedekah 500 ribu? Wah…sayang uangnya. Mending buat ditabung aja (ok. itu pikiran saya).  Saya pernah mendengar segelintir orang berpendapat bahkan di buat papan pengumumannya semacam spanduk gitu, ‘ jangan beri pengemis uang. Memberi itu tidak mendidik’. Kemudian saya juga pernah mendengar bahwa penghasilan pengemis/peminta-minta di Jakarta penghasilannya sehari bisa mencapai 500 ribu. WOW FANTASTIS. Ditengah sulitnya mencari pekerjaan, ternyata ‘mengemis/meminta uang dijalanan’ menjadi salah satu sumber mencari nafkah. Lalu masih haruskan kita memberi uang receh kita kepada mereka? Karena uang yang kita kasih itu ternyata membuat mereka menjadi malas dan ketagihan meminta-minta.
JAWABAN SAYA IYA. Saya bukan ahli agama, pengetahuan agama pun saya masih sangat kurang.  Tapi menurut hemat saya, tidak ada seorangpun yang ingin memiliki cita-cita sebagai orang yang meminta. Karena keterbatasan keadaan, kemampuan, dll menyebabkan mereka memilih jalan tersebut untuk mencari uang. Meskipun ada orang yang berhasil keluar dari linkarang tersebut, tapi itu hanya sedikit. Allah telah menciptakan manusia sedemikian rupa ada yang ditempatkan diatas dan ada juga yang ditempatkan di bawah. Jadi seandainya kita memiliki harta yang berlebih kenapa tidak kita memberi? Saya selalu berusaha untuk husnudzon kepada orang. Saya selalu menganggap bahwa orang yang meminta itu pasti sedang membutuhkan. Toh kita juga tidak tahu kan kesulitan apa yang sedang mereka alami, jadi jangan suudzon dulu sama orang yang suka minta-minta siapa tahu mereka memang sedang membutuhkan. Seandainya mereka memanfaatkan uang yang kita kasih ke hal yang tidak benar  biarlah itu menjadi urusan yang di atas. Tugas kita hanya memberi bukan untuk mengadili karena karena itu urusan hakim di meja hijau. (hehehe...)
Dalam beberapa workshop wirausaha sukses yang saya ikuti dan buku motivasi yang saya baca, selalu membahas masalah sedekah bahkan katanya kalau sedekah itu jangan kebanyakan mikir dan jangan nanggung-nanggung. Karena begitu dahsyatnya efek yang terjadi setelah sedekah. Bahkan dalam buku 7 keajaiban rezeki tertulis, jika kamu sakit bayarlah dengan sedekah, jika kamu sedang sempit bayarlah dengan bersedekah niscaya akan dilapangkan. Dua tahun yang lalu saya mendapat musibah tepat dibulan ramadhan, kemudian saya menyedehkan bahan makanan pokok kepada 10 orang yang membutuhkan. Alhamdulillah dalam waktu seminggu masalah saya selesai. itu saya pakai uang beasiswa yang kebetulan juga baru cair. Tahun inipun rasanya ingin sekali bersedekah sebesar itu lagi. tapi saya masih menjadi pengangguran yang tidak beruang huhu…ya allah semoga ada jalan. Jsetelah membaca beberapa buku (baru dua sih) yang membahas masalah sedekah rasanya ingin bersedekah terus. Meskipun tidak banyak, meskipun bukan uang yang besar asal sering dan membentuk diri agar terbiasa. Jadi, sudahkan anda sedekah hari ini?

Rabu, 26 Juni 2013

Tidur lebih baik daripada MENGELUH


Apakah anda mendengar pernyataan seperti ini, “seandainya anda memiliki waktu untuk mengeluh lalu kenapa anda tidak menggunakan waktu tersebut untuk melakukan kegiatan produktif.” Mungkin yang cocok untuk saya lebih tepatnya seperti ini “seandainy saya memiliki waktu untuk mengeluh lalu kenapa tidak saya manfaatkan waktu tersebut untuk mengerjakan skripsi?’. Tapi Alhamdulillah, sekarang saya lebih produktif dan saya hampir tidak memberi kesempatan kepada “mengeluh” untuk mampir di aktivitas saya.  Dan itu prinsip! Untuk membuat prinsip seperti itu apalagi mengamalkannya di kehidupan nyata tentu saja tidak mudah. Dalam menggodok prinsip tersebut saya telah melewati masa-masa suram dimana hampir setiap detik selalu saya isi denga kelulan bahkan dari hal yang terbilang sangat SEPELE. Karena sikap saya yang selalu mengeluh itu, kadang saya juga merasa bahwa saya kekanak-kanakan. Padahal saya sudah kuliah lho, harusnya kekuliah-kuliahan. Maksudnya menjadi mahasiswa yang aktif dan kritis. Tapi sayang sekali hari-hari kuliah saya tidak saya manfaatkan dengan baik karena satu kata MALAS. Well, saya tidak ingin menyesali dan mengutuk diri saya di masa lalu. Masa lalu bukan untuk dirutuki dan membuat kita menjadi mengeluh “kenapa dulu saya ga aktif di organisasi kampus?” . it’s about future. Masa lalu jadikan pembelajaran dan kita perbaiki langkah kita sebelum maju ke depan menghadapi masa depan.
Dan inilah saya yang sekarang. Saya berubah tentu tidak seperti jin yang mengubah sesuatu hanya dengan mengucapkan adakadabra sambil mengacungkan jari telunjuk kea rah benda yang ingin diubah. Ada sesuatu, seseorang yang memotivasi dan mendesak saya untuk berubah. Tunggu…itu bukan pacar! (ga punya soalnya). Lalu siapakah gerangan yang senantiasa membuat saya berubah.
Saya bukan tipe mahasiswa yang hemat. Jadi ketika ada hal yang menarik untuk dibeli  tanpa kompromi soal harga dan makan nanti gimana itu tak jadi masalah.  Terutama buku, tapi kalo yang lainnya sih enggak. Anda jangan berpikiran bahwa saya ini wanita kutu (buku). BUKAN! ANDA SALAH BESAR! Saya memang suka membeli buku-buku yang sekiranya bagus (menurut saya).


Perubahan saya ini terjadi setelah saya mengikuti workshopnya reyko sahetapi (tapi bukan yang berbayar). Saya lupa tema workshopnya apa, tapi intinya menjadi wirausaha sukses begitulah. Workshop tersebut diadakan di hotel fave, daerah cihampelas walk. Datang kesana, absen dan tak lupa mengambil makanan ringan beserta kopinya.
Jujur, sebenarnya saya tidak niat untuk workshop tersebut karena saya sendiri harus mengerjakan skripsi. Berhubung mengerjakan di kosan tidak ada ide, kemudian saya memutuskan untuk, ‘bagaimana kalau ngerjain di tempat workshop?’ mungkin ini adalah ide yang konyol dan bodoh. Logikanya untuk mengerjakan skripsi kan butuh tempat yang tenang dan nyaman didukung suasana yang tidak berisik. Singkat cerita saya tiba disana dan ternyata disana saya tidak bisa mengerjakan skripsi. Kursinya bukan kursi kuliahan euy. Kursi empuk ala-ala meeting gitu.
Kemudian workshop pun dimulai, beberapa slide ditampilkan dan salah satunya foto beliau di depan gerobak gorengan. Awalnya saya mengira bahwa ini adalah MLM gorengan. Hahaha…maklum sejak di bandung saya sempat ditawari beberapa MLM.
Kesan saya pertama kali melihat royke sahetapi adalah GA BANGET. Masa kita harus yel-yel ala chibi-chibi gitu..’ih ..apaan sih nih orang?’ tapi don’t judge book by it’s cover itu bener ya. Hahaha….ternyata dia tidak seperti yang saya pikirkan.
Sebenarnya isi materi yang beliau sampaikan itu dekat dengan dunia sehari-hari kita, sama dengan buku yang sedang saya baca ‘7 keajaiban rezeki’. Dalam buku itu ditulis bahwa jika ingin sukses maka kita harus mendapat restu dari orang tua. jadi seandainya ada keinginan/cita-cita yang ingin dicapai sampaikan kepada sepasang bidadari itu , maka jalan kita menuju impian insya allah akan dipermudah oleh allah swt melalui restu sepasang bidadari (oh iya…saya meminjam istilah sepasang bidadari dari buku 7 keajaiban rezeko). Wah itu bukan saya banget. Tapi karena 3 kali saya mendengar hal tersebut dalam kesempatan yang berbeda maka saya laksanakan. Saya mencoba menyampaikan apa yang menjadi hajat saya kepada orang tua  meskipun setelah saya sampaikan terjadi sedikit perbedaan pendapat. Orang tua saya ingin sekali saya menjadi guru. Ya, sebenarnya bukan jadi ‘guru’nya sih tapi lebih tepat menjadi PNS.
Nah, saya masih berjiwa muda masih ingin mencari pengalaman dengan bekerja di perusahaan. Terkadang saya juga berpikir, suatu saat nanti saya pasti menikah maka profesi yang pas adalah guru. Pada akhirnya saya memutuskan bekerja di perusahaan sekitar 3 tahun lalu menikah dan menjadi guru. Alangkah indahnya rencananya saya tapi pasti allah memiliki rencana yang lebih indah untuk saya.
Setelah itu intropeksi pada diri kita sendiri bagaimana solat fardhu, salat sunat, puasa sunahnya? Apakah sering bersedekah? Setelah itu terjawab maka insya allah segala urusan dimudahkan oleh yang diatas. Mungkin saya akan menceritakan isi buku 7 keajaiban rezeki dan isi workshop pak reyko sahetapi di lain tulisan.

Back to the topic…
Seminar terakhir yang saya ikuti adalah seminar workshop wirausaha sukses yang diselenggarakan oleh pertamina. Seminar ini lebih ke membangun mental wirausaha. Isinya hampir sama dengan apa yang saya baca di buku. Alhamdulillah mental saya semakin terbentuk meskipun belum ke tahap sebagai wirausaha. Tapi akhir-akhir ini selain mengerjakan skripsi saya juga sibuk belajar berbagai instrument investasi khususnya di pasar modal. Oh ya ,,saya juga sudah investasi di emas dan dibalik investasi itu ada kejadian yang membuat kantong dan kepala saya sakit. Kelemahan saya memang kalo mengambil tindakan tidak dipikirkan dengan baik. Well, tapi karena tanpa berpikir lama-lama itu saya jadi punya asset meskipun cicil saya merasa bangga bahwa saya punya asset. Ini adalah batu loncatan untuk saya. yap, lain tulisan saya juga ingin membahas betpa pentingnya investasi saat ini.
Jadi intinya, sejak mengikuti workshop pa royke sahetapi dan lainnya, saya merasa waktu saya menjadi lebih bermanfaat. Selain mengerjakan skripsi saya isi waktu saya untuk belajar. Alhamdulillah :-)